Perwakilan Corporate Communications, Tim Narasumber AGIT, beserta ibu/bapak guru, dan siswa/siswi peserta CAP dari SMK Negeri 7 Jakarta, kompetensi keahlian Teknik Komputer Jaringan.
Transformasi digital besar-besaran di berbagai bidang membuat keamanan data menjadi sangat krusial. Apalagi karena keamanan data secara umum, berpengaruh kepada ketahanan nasional. Sayangnya, skor National Cyber Security Index (NCSI) Indonesia justru menurun. NCSI merupakan indeks global yang mengukur kesiapan negara-negara dalam mencegah ancaman siber dan mengelola insiden siber. Berdasarkan laporan dari teknologi.bisnis.com, pada tahun 2023 Indonesia berada di urutan ke-48 dengan skor NCSI sebesar 63,64 poin. Namun pada tahun 2025, Indonesia melorot ke urutan 84, dengan skor NCSI 47.50 poin, tertinggal dari Singapura, Malaysia, hingga Filipina.
(Kiri-Kanan) Ekky Ramadhan, MDR Analyst AGIT dan Aurelio Pietro Marcelino, SOC L2 Analyst AGIT mengajar siswa/siswi TKJ di SMK Negeri 7 Jakarta.
Kesadaran pemangku kepentingan seperti pemerintah dan pihak swasta, dibutuhkan untuk mengembalikan peringkat NCSI Indonesia ke angka yang lebih baik. Untuk menjawab kondisi ini, Astragraphia bersinergi dengan PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) menyelenggarakan edukasi Competence Aid Program (CAP) di bidang cyber security, untuk level pendidikan sekolah menengah kejuruan.
(Kiri-Kanan) Halima Septya Mikayla, CTI Analyst AGIT dan Dwi Nur Maulidayanti, MDR Lead & SOC L2 Analyst AGIT berinteraksi dengan siswa/siswi SMKS Al Farisi Garut.
Salah seorang siswa SMK Negeri 7 Jakarta berkonsultasi dengan tim narasumber AGIT.
Sebagai lini bisnis perusahaan Astra yang berada di pilar Information Technology, Astragraphia melalui entitas anak AGIT memiliki kompetensi mumpuni dalam berbagai aspek cyber security. Pada CAP Januari-Februari 2026 ini, AGIT menurunkan langsung tim cyber security services-nya sebagai narasumber utama.
Materi CAP yang dibawakan keempat narasumber AGIT menyasar siswa/siswi Teknik Komputer Jaringan, dengan tema besaran ‘Cyber Defender: Langkah Awal Menjadi Ahli Keamanan Digital.’ Metode pengajaran sendiri dipecah menjadi: satu pertemuan untuk pemaparan teori, kemudian dua pertemuan untuk praktik di laboratorium. Metode ajar yang tim AGIT sampaikan menyadur dari situasi asli di lapangan, yang mereka hadapi sehari-hari. Sehingga seluruh peserta CAP mendapatkan gambaran langsung isu-isu keamanan siber seperti apa yang berlaku di dunia saat ini.
Keterlibatan aktif AGIT dalam program edukasi CAP merupakan perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat, sekaligus juga bentuk dukungan terhadap pembangunan nasional berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 mengenai pendidikan berkualitas.