Tim AGIT bersama pihak yayasan dan sekolah.
Pendidikan yang berkualitas merupakan hak semua orang, utamanya bagi generasi muda penerus bangsa. Indonesia sebagai negara yang didominasi usia produktif, turut serta dalam serangkaian tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, di mana salah satunya adalah mewujudkan pendidikan berkualitas, yang tertuang dalam SDGs 4 Quality Education. Untuk itu, Astragraphia melalui entitas anak PT Astra Graphia Technology Information (AGIT) aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan program edukasi Competence Aid Program (CAP) pada level pendidikan sekolah menengah kejuruan, untuk berbagi wawasan dari sudut pandang industri.
Tim narasumber AGIT dan pihak SMKS Al Farisi di hadapan siswa/siswi TKJ.
Selama dua hari berturut-turut, 29-30 Januari 2026, Tim Corporate Communications yang diwakili oleh Junialarasati Perdana, bersama dengan Tim Cyber Security Services AGIT yang diketuai oleh Olive Kusumbara, Head of Cyber Security Services, hadir di SMKS Al Farisi, Garut, memaparkan materi mengenai keamanan siber kepada 80 siswa/siswi Kelas 12 Kompetensi Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
(Kiri-Kanan) Dwi Nur Maulidayanti, MDR Lead & SOC L2 Analyst PT Astra Graphia Technology Information, dan Halima Septya Mikayla, CTI Analyst PT Astra Graphia Technology Information sedang memaparkan materi.
‘CYBER DEFENDER: Langkah Awal Menjadi Ahli Keamanan Digital’ menjadi tema besaran CAP AGIT kali ini, dan disampaikan langsung oleh Dwi Nur Maulidayanti, MDR Lead & SOC L2 Analyst PT Astra Graphia Technology Information, dan Halima Septya Mikayla, CTI Analyst PT Astra Graphia Technology Information. Pada kesempatan ini, selain mendapatkan pemahaman teori, siswa/siswi TKJ SMKS Al Farisi juga mendapat kesempatan praktik langsung, hingga mengulik kisi-kisi memasuki dunia kerja di bidang keamanan siber. Peran aktif AGIT dalam program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan, merupakan wujud komitmen perusahaan dalam upaya medukung keberhasilan pembangunan nasional. Dengan harapan agar kaum muda Indonesia mendapat pendidikan yang relevan dan berkualitas, sehingga lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki daya saing yang kuat.