Pentingnya Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) untuk Keberlanjutan Bisnis

Kehadiran pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 telah mendisrupsi berbagai tatanan kehidupan kita, termasuk proses bisnis Perusahaan. Perusahaan dituntut memberikan respon yang cepat atas hal-hal yang sebelumnya tidak terduga, untuk mampu melakukan mitigasi, adaptasi, serta inovasi yang tepat untuk memastikan keberlangsungan bisnisnya. Di sinilah pentingnya penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai pondasi utama pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.

Diungkapkan dalam siaran pers Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian pada 27 Mei 2021 lalu, sejauh ini, GCG masih menjadi salah satu kelemahan yang dipunyai sebagian besar perusahaan di Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa salah satu penyebab krisis ekonomi di akhir tahun 90-an adalah tata kelola perusahaan yang kurang baik, antara lain berupa kualitas investasi yang buruk, diversifikasi usaha yang sangat luas, jumlah pinjaman jangka pendek tak lindung nilai yang sangat banyak, lemahnya peran direksi dan komisaris, sistem audit yang buruk, kurangnya transparansi, serta penegakan hukum yang lemah.

Sejalan dengan hal tersebut, Astragraphia meyakini salah satu kunci utama Astragraphia mampu bertahan hingga saat ini adalah berkat penerapan praktik GCG di lingkungan Perusahaan. Untuk itu, Direksi terus mendorong dan memaksimalkan peran seluruh unit kerja, dalam usaha perwujudan lingkungan usaha yang taat aturan. Dengan berlandaskan pada Catur Dharma dan VIPS sebagai filosofi dan budaya perusahaan, Astragraphia berkomitmen penuh untuk senantiasa meningkatkan kualitas penerapan praktik GCG secara konsisten dan berkesinambungan dalam kegiatan usahanya.

Dalam menjalankan fungsi tata kelola, Direksi dibantu oleh Tim Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary, Unit Audit Internal, dan Hubungan Investor. Sesuai Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, Sekretaris Perusahaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya diantaranya memantau perkembangan peraturan di bidang pasar modal, membantu Direksi d

Atas upaya yang dilakukan terhadap implementasi GCG di Astragraphia, sepanjang tahun 2021, Astragraphia telah meraih penghargaan dari beberapa media eksternal sebagai berikut:an Dewan Komisaris dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan, penghubung Perusahaan dengan para pemangku kepentingan, serta melakukan sosialisasi kepada Direksi, Divisi atau Departemen terkait sehubungan dengan peraturan perundang-undangan baru.

1.    Corporate Secretary Champion 2021 & Best Corporate Secretary Team in Crisis Management Handling dari SWA Media Group 

2.    Indonesia Best Corporate Secretary Awards 2021: Computer and Services Sector dari media The Iconomics

3.    Indonesia Corporate Secretary & Corporate Communication Awards 2021: 1st The Best Informative Website pada kategori Public Company (Tbk) - sektor Information Technology dari media Economic Review

Semoga apresiasi ini akan semakin memperkuat komitmen penerapan GCG di Astragraphia guna mendukung keberlanjutan bisnis Perusahaan.