, 28 April 2014

 

Dengan ini diumumkan kepada Pemegang Saham Perseroan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 24 April 2014 bertempat di Hotel JW Marriott  Jakarta,   Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung, Jakarta 12950, telah memutuskan hal-hal sebagai berikut:

 

Agenda 1:

1.         Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan sebagaimana dimuat dalam laporan mereka tanggal 20 Pebruari 2014 dengan pendapat "wajar dalam semua hal yang material".

 

2.       Dengan disetujuinya Laporan Tahunan dan disahkannya Laporan Dewan Komisaris Perseroan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan tersebut, memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et décharge) kepada anggota Direksi Perseroan atas tindakan pengurusan dan anggota Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2013 sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2013.

 

Agenda 2:

Menyetujui penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp 209.005.721.409,- (dua ratus sembilan milyar lima juta tujuh ratus dua puluh satu ribu empat ratus sembilan rupiah)  sebagai berikut:

 

1. Sebesar Rp 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah) sebagai Dana Cadangan Perseroan;

 

2.  a.     Sebesar sekitar 40% (empat puluh persen) dari Laba Bersih atau sebesar Rp 62,-  (enam puluh dua rupiah) untuk setiap saham dibagikan sebagai dividen  tunai, yang akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 18,- (delapan belas rupiah) untuk setiap saham yang sudah dibayarkan pada tanggal 23 Oktober 2013, sehingga sisanya sebesar Rp 44,- (empat puluh empat rupiah) setiap saham akan dibayarkan pada tanggal 6 Juni 2014 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 21 Mei 2014 pukul 16:00 WIB;

b.     Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan melakukan semua tindakan yang dipandang baik dan perlu dengan memperhatikan ketentuan pajak dan/atau peraturan yang berlaku.

 

3.  Sisanya dicatat sebagai Laba Ditahan Perseroan untuk digunakan sebagai tambahan modal kerja dan investasi.

 

Agenda 3:

Memberi wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan dari Dewan Komisaris Perseroan, untuk menunjuk salah satu kantor akuntan publik di Indonesia yang berafiliasi dengan salah satu dari 4 (empat) besar kantor akuntan publik internasional dan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2014, serta menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya sehubungan dengan penunjukan kantor Akuntan Publik tersebut.

 

Agenda 4:

a.     (1)   Mengangkat anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dengan susunan sebagai berikut:

-    Presiden Komisaris          : Bambang Widjanarko

      Santoso (Paulus Bambang Widjanarko)

-     Komisaris                       : Gunawan Geniusahardja

-     Komisaris Independen     : Inget Sembiring

 

-     Presiden Direktur             : Herrijadi Halim (Harry Halim)

-     Direktur                          : Arifin Pranoto

-     Direktur                          : Wanny Wijaya

-     Direktur                          : Hendrix Pramana

 

Untuk masa jabatan terhitung sejak penutupan Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2016

 

  (2)   Sehubungan dengan pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tersebut, memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan kembali keputusan Agenda Rapat ini dalam akta notaris dan memberitahukan perubahan data Perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia maupun instansi lainnya, serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

b.     (1)   Menetapkan jumlah honorarium untuk seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan, yaitu

maksimum sejumlah Rp 799.100.000,- (tujuh ratus sembilan puluh sembilan juta seratus ribu rupiah) per tahun sebelum dipotong pajak penghasilan yang dibayarkan sebanyak 13 (tiga belas) kali dalam setahun dan mulai berlaku sejak tanggal 1 Mei 2014, serta memberi wewenang kepada Presiden Komisaris dengan memperhatikan pendapat dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk menetapkan pembagiannya.

 

(2)    Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan dengan memperhatikan pendapat dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk menetapkan jumlah gaji dan tunjangan lain anggota Direksi Perseroan.

 

JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI

Jadwal Pembagian:

-    Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi                      :   16 Mei 2014

-    Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi                         :   19 Mei 2014

-    Cum Dividen di Pasar Tunai                                              :   21 Mei 2014

-    Ex Dividen tunai di Pasar Tunai                                         :   22 Mei 2014

-    Recording Date yang berhak atas Dividen Tunai                  :   21 Mei 2014

-    Pembayaran Dividen Tunai                                               :    6 Juni 2014

 

Tata Cara Pembayaran:

1.      Pemberitahuan ini merupakan pemberitahuan resmi dari Perseroan, dan Perseroan tidak mengeluarkan surat pemberitahuan secara khusus kepada pemegang saham Perseroan.

2.      Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) Perseroan pada tanggal 21 Mei 2014 pukul 16:00 WIB (selanjutnya disebut "Pemegang Saham Yang Berhak") 

3.      Pembayaran dividen:

a.   Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya dicatatkan dalam penitipan kolektif pada Kustodian Sentral Efek Indonesia ("KSEI"), pembayaran Dividen akan dilakukan melalui KSEI dan Pemegang Saham Yang Berhak akan menerima pembayaran dari Pemegang Rekening KSEI yang bersangkutan.

b.   Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya masih menggunakan warkat (fisik), pembayaran dividen akan dilakukan melalui pemindahbukuan (transfer) ke rekening Pemegang Saham Yang Berhak yang telah memberitahukan nama bank serta nomor rekeningnya secara tertulis kepada Biro Administrasi Efek Perseroan: PT Blue Chip Mulia, Gedung Tempo Pavilion 1 Lantai 8. Jl.  H.R. Rasuna Said Kav 10-11 Jakarta 12950, Telp (021) 5201928, Fax (021) 5201924, email: bmcpjkt@pacific.net.id  ("BCM") atau dengan Cek yang dapat diperoleh di BCM mulai tanggal 6 Juni 2014 dengan disertai fotokopi KTP atau paspor atau dokumen korporasi sesuai alamat dalam Daftar Pemegang Saham melalui surat bermeterai Rp 6.000,-.

4.      Dividen yang akan dibagikan dikenakan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu para Pemegang Saham Yang Berhak diminta menyerahkan dokumen yang disyaratkan, yaitu:

a.   Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang belum mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), diminta menyampaikan copy NPWP kepada KSEI atau BCM paling lambat tanggal 21 Mei 2014 pukul 16:00 WIB. Tanpa pencantuman NPWP, dividen tunai yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Badan Dalam Negeri tersebut, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 30%;

b.   Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, yang pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), wajib memenuhi persyaratan Pasal 26 Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan serta menyampaikan Surat Keterangan Domisili ("SKD") kepada KSEI paling lambat tanggal 21 Mei 2014 pukul 16:00 WIB, dengan menggunakan format dan tata cara sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. Per-61/PJ/2009 dan perubahannya No. Per-24/PJ/2010 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda. Tanpa adanya SKD dengan format dimaksud, dividen yang dibayarkan akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%; dan

c.   Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang sahamnya tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI atau memegang saham dalam bentuk warkat, yang pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan P3B, wajib memenuhi persyaratan Pasal 26 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan serta menyampaikan SKD kepada BCM paling lambat tanggal 21 Mei 2014 pukul 16:00 WIB, dengan menggunakan format dan tata cara sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. Per-61/PJ/2009 dan perubahannya No. Per-24/PJ/2010 tentang Tata Cara Penetapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda. Tanpa adanya SKD dengan format dimaksud, dividen yang dibayarkan akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.

 

Guna memenuhi ketentuan Pasal 68 ayat (4) dan (5) Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dengan ini diumumkan pula bahwa Neraca dan Laporan Laba Rugi dari Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang telah disahkan dalam agenda pertama Rapat adalah sama dengan yang telah diumumkan dalam surat kabar harian INVESTOR DAILY INDONESIA pada tanggal 26 Februari 2014

 

                                                                                                                                                     Jakarta, 25 April 2014

                                                                                                           Direksi Perseroan

Catatan: Hasil RUPST tersebut telah diiklankan pada hari Jumat, 25 April 2014 di harian Investor Daily Indonesia halaman 27 dan Media Indonesia halaman 18.