Jakarta, 20 July 2006

Bayangkan bila ditengah-tengah tumpukan brosur yang anda terima, anda menemukan brosur liburan yang sesuai dengan keinginan anda dan seolah khusus dicetak untuk anda. Brosur yang dicetak khusus, tak hanya menuliskan nama anda tapi juga mengetahui beberapa hal penting yang akhirnya dapat merumuskan keinginan anda dengan baik. Sebuah survey, telah membuktikan bahwa cara berkomunikasi yang lebih fokus, lebih personal, dan lebih relevan kepada pelanggan melalui “personalized document”, akan meningkatkan response rate dan revenue secara bersamaan hingga 48%! (Data: Personalized & Database Printing: the Complete Guide oleh David Brody & Frank Romano).

Personalized document adalah salah satu aplikasi yang diangkat dalam seminar 1 to 1 marketing (baca one to one marketing) yang digelar oleh PT Astra Graphia Tbk. Dihadiri oleh hampir 300 undangan, seminar sehari yang digelar tanggal 20 Juli 2006 ini dibuka dengan presentasi Rhenald Kasali, pakar marketing yang menjadi pembicara utama. “Pelanggan yang mempunyai latar belakang yang sama, belum tentu mempunyai pilihan yang sama juga. Setiap individu itu unik. Dengan demikian pelanggan akan merasa lebih diperhatikan bila diperlakukan secara personal atau customize,” demikian disampaikan Rhenald saat menjelaskan perlunya konsep 1 to 1 marketing saat ini. “Perkembangan teknologi yang sangat pesat memungkinkan terjadinya mass customization, yaitu customize tapi untuk banyak orang, “ demikian tambahnya.

Konsep 1 to 1 Marketing, bukanlah konsep yang masih menjadi suatu ide. Konsep ini telah dimplementasikan dengan baik menjadi suatu bisnis dan memperoleh hasil yang memuaskan di Australia, seperti dijelaskan oleh Andrew Wanandy. Sebagai Sales and Marketing Manager dari perusahaan pengelolaan dokumen terpadu yang berpusat di Sidney, Andrew membagi kiat-kiatnya dalam membantu pelanggannya sukses dengan program marketing ini melalui layanan cetak digital, data variable, design dan print management. ”Implementasi 1 to 1 marketing dengan digital printing menunjukkan trend yang semakin meningkat di Australia, seperti juga di Indonesia nantinya,” demikian menurut Andrew.

Sebagai penutup dalam seminar ini, Patrick Bernau, Production Sevices Business Manager, Fuji Xerox Co. Ltd menceritakan success story 1 to 1 marketing di mancanegara. Menurut Patrick, Fuji Xerox menyediakan beragam aplikasi yang mendukung kesuksesan pelanggannya untuk menerapkan 1 to 1 marketing. Salah satunya adalah iGen3, sebuah solusi terpadu untuk color digital printing yang mampu mencetak customize document dengan beragam aplikasi dalam kecepatan tinggi.

Melihat antusiasme para peserta seminar dari awal hingga akhir acara, Astragraphia sebagai exclusive distributor dari Fuji Xerox, berencana untuk mengadakan seminar serupa di masa mendatang dengan beragam topik baru yang dapat membantu meningkatkan produktivitas bisnis pelanggannyanya. Astragraphia berharap teknologi yang dikembangkan secara inovativ dan konsisten oleh Fuji Xerox dan Astragraphia dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat.