Jakarta, 05 May 2006

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Astra Graphia Tbk ("Perseroan") yang diselenggarakan pada tanggal 5 Mei 2006 bertempat di Ballroom, Hotel Aryaduta, Jl. Prapatan 44 – 48, Jakarta 10110, telah disetujui hal-hal sebagai berikut:

 

Agenda 1:

  1. Menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Perhitungan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2005 yang antara lain memuat mengenai “Neraca Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan per tanggal 31 Desember 2005 dan Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2005�, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Drs. HARYANTO SAHARI & REKAN, sebagaimana dimuat dalam Laporan mereka tanggal 9 Pebruari 2006 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
  2. Memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et décharge) kepada para anggota Direksi Perseroan atas tindakan pengurusan dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan yang mereka lakukan selama tahun buku 2005 sejauh tindakan tersebut dilaporkan dan tercermin dalam Laporan Tahunan dan Perhitungan Tahunan Perseroan untuk Tahun 2005.

 

Agenda 2:

Menyetujui Penggunaan Keuntungan Perseroan yg berasal dari Laba Bersih untuk Tahun Buku 2005 sejumlah Rp. 36.066.628.399,- (Tiga puluh enam milyar enam puluh enam juta enam ratus dua puluh delapan ribu tiga ratus sembilan puluh sembilan Rupiah) sebagai berikut:

  1. Sejumlah Rp 1.500.000.000,- (Satu milyar lima ratus juta Rupiah) untuk menambah Dana Cadangan;
  2. Membagi dividen kepada para Pemegang Saham sebesar Rp 25,- (Dua puluh lima Rupiah) untuk setiap 1 (satu) lembar saham, yang akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (Recording Date) pada tanggal 8 Juni 2006 pukul 16:00 WIB dan akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 22 Juni 2006;
  3. Seluruh sisa Laba Bersih dicatat sebagai Saldo Laba yang digunakan untuk kebutuhan Perseroan, yaitu sebagai tambahan modal kerja serta pemenuhan kewajiban pembayaran kepada prinsipal dan pemegang obligasi.

 

Agenda 3:

Memberi wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan Presiden Komisaris Perseroan, untuk menunjuk salah satu kantor Akuntan Publik yang termasuk dalam kategori 4 (empat) besar di Indonesia yang berafiliasi dengan salah satu dari kantor akuntan publik internasional dan yang tercatat di Bapepam, untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2006, serta memberi wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan jumlah honorarium dan persyaratan lain sehubungan dengan penunjukan akuntan publik tersebut.

 

Agenda 4:

1. Mengangkat kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dengan susunan:

 

  • Presiden Komisaris : MARULI GULTOM
  • Komisaris : TOSSIN HIMAWAN
  • Komisaris (Independen) : SETYO ADIOETOMO
  • Presiden Direktur : LUKITO DEWANDAYA
  • Wakil Presiden Direktur : HERTANTO MANGKUSASONO
  • Direktur : ARYA NARAYANA SOEMALI
  • Direktur : SATYO LUMAKSONO HADISAPUTRO

 

Seluruhnya untuk masa jabatan sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2008.

2. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang serta jumlah gaji dan tunjangan lain anggota Direksi dengan memperhatikan ketentuan Pasal 12 ayat 11 dan Pasal 11 ayat 5 Anggaran Dasar Perseroan.

3. Menetapkan jumlah honorarium para anggota Dewan Komisaris Perseroan, yaitu maksimum sejumlah Rp. 487.500.000,- (Empat ratus delapan puluh tujuh juta lima ratus ribu Rupiah) kotor (sebelum dipotong pajak penghasilan) per-tahun yang dibayarkan sebanyak 13 (tiga belas) kali setahun dan mulai berlaku terhitung sejak tanggal 1 Mei 2006, serta memberi wewenang kepada Presiden Komisaris untuk menetapkan pembagian jumlah honorarium tersebut di antara para anggota Dewan Komisaris Perseroan.

4. Memberi kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan keputusan Acara Rapat ini dalam akta notaris, dan memberitahukan mengenai pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan mendaftarkannya kepada Daftar Perusahaan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ketentuan Pembagian Dividen Tunai Diatur sebagai berikut: Jadwal Pelaksanaan Pembagian Dividen Tunai:

 

  • Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 5 Juni 2006
  • Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 6 Juni 2006
  • Cum dividen di Pasar Segera* : 7 Juni 2006
  • Ex dividen di Pasar Segera* : 8 Juni 2006
  • Cum dividen di Pasar Tunai : 8 Juni 2006
  • Ex dividen di Pasar Tunai : 9 Juni 2006
  • Recording Date (yang berhak atas dividen) : 8 Juni 2006
  • Pelaksanaan Pembayaran : 22 Juni 2006

 

Catatan : * hanya berlaku di Bursa Efek Surabaya

 

Tata Cara Pembayaran:

1. Pemberitahuan ini merupakan pemberitahuan resmi dari Perseroan dan Perseroan tidak mengeluarkan surat pemberitahuan secara khusus kepada pemegang saham Perseroan.

2. Dividen Tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 8 Juni 2006 pukul 16:00 WIB (selanjutnya disebut “Pemegang Saham Yang Berhak�).

3. Pembayaran Dividen Tunai:

a. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya masih menggunakan warkat (fisik), pembayaran Dividen Tunai akan dilakukan dengan :

i. cek, yang dapat diperoleh di Biro Administrasi Efek Perseroan yaitu PT Blue Chip Mulia, Gedung Bina Mulia I Lantai 4, Jl. HR Rasuna Said Kav. 10, Jakarta (“Blue Chip�) mulai tanggal 22 Juni 2006 dan selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2006, atau di kantor Perseroan, Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta 10450 mulai tanggal 1 Agustus 2006 dengan:

 

  • Memperlihatkan asli dan menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor Pemegang Saham Yang Berhak, atau menyerahkan asli surat kuasa apabila diwakilkan kepada pihak lain disertai fotokopi KTP atau paspor Pemegang Saham Yang Berhak dan kuasanya; atau
  • Menyerahkan fotokopi Anggaran Dasar berikut perubahan-perubahannya, akta pengangkatan yang terakhir dari Komisaris dan Direksi atau pengurus yang berwenang mewakili badan hukum bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang berbentuk badan hukum dan asli surat kuasa apabila diwakilkan kepada pihak lain serta fotokopi KTP atau paspor Direksi atau pengurus dan kuasanya tersebut.

 

ii. pemindahbukuan (transfer bank) ke rekening Pemegang Saham Yang Berhak yang telah memberitahukan nama bank serta nomor rekening atas nama Pemegang Saham Yang Berhak kepada Blue Chip atau Perseroan dengan surat bermeterai Rp.6.000,- paling lambat tanggal 8 Juni 2006 pukul 16:00 WIB dengan disertai fotokopi KTP atau paspor sesuai alamat dalam Daftar Pemegang Saham.

b. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya telah tercatat di penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI�), pembayaran akan dilakukan melalui KSEI dan Pemegang Saham Yang Berhak akan menerima pembayaran dari Pemegang Rekening KSEI yang bersangkutan.

4. Dividen Tunai yang akan dibagikan tersebut akan dipotong secara langsung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 sebesar 15% atau Pasal 26 sebesar 20% sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 

Khusus bagi Pemegang Saham Yang Berhak warga negara asing yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang negaranya mempunyai Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Negara Republik Indonesia, yang bermaksud meminta pemotongan pajaknya disesuaikan dengan tarif yang tercantum dalam P3B tersebut dimohon agar mengirimkan/menyerahkan asli Surat Keterangan Domisilinya yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang di negaranya atau fotokopi yang telah dilegalisir oleh Kantor Pelayanan Pajak di Indonesia apabila Surat Keterangan Domisili tersebut digunakan untuk beberapa perusahaan di Indonesia kepada KSEI atau Blue Chip paling lambat tanggal 8 Juni 2006 pukul 16:00 WIB. Jika sampai dengan tanggal tersebut KSEI atau Blue Chip belum menerima Surat Keterangan Domisili maka akan dilakukan pemotongan pajak sebesar 20%.