Jakarta, 08 October 2010

 

PEMBERITAHUAN KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT ASTRA GRAPHIA Tbk (“Perseroan”) TENTANG PEMBAGIAN DIVIDEN INTERIM

Dengan ini diberitahukan kepada para pemegang saham bahwa hasil Rapat Direksi Perseroan tanggal 5 Oktober 2010 sebagaimana telah disetujui oleh Dewan Komisaris, telah memutuskan dan menyetujui untuk membagi dan membayar dividen interim untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, sebesar Rp. 10,- (Sepuluh Rupiah) setiap lembar saham ("Dividen Interim") kepada para pemegang saham Perseroan, dengan jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran Dividen Interim sebagai berikut:

 

Jadwal Pelaksanaan:

 

  • Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 27 Oktober 2010 
  • Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 28 Oktober 2010 
  • Cum dividen di Pasar Tunai : 1 November 2010
  • Ex dividen di Pasar Tunai : 2 November 2010
  • Recording Date (yang berhak atas dividen interim) : 1 November 2010
  • Pelaksanaan Pembayaran : 12 November 2010

 

Tata Cara Pembayaran:

 

  1. Pemberitahuan ini merupakan pemberitahuan resmi dari Perseroan, dan Perseroan tidak mengeluarkan surat pemberitahuan secara khusus kepada pemegang saham Perseroan.
  2. Dividen Interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 November 2010 pukul 16:00 WIB.
  3. Bagi pemegang saham yang sahamnya tercatat di penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia ("KSEI"), pembayaran akan dilaksanakan melalui KSEI dan pemegang saham akan menerima pembayaran dari pemegang rekening efek yang bersangkutan.
  4. Bagi pemegang saham yang sahamnya masih menggunakan warkat (fisik), pembayaran dividen akan dilakukan dengan: (i). Transfer (pemindahbukuan) ke rekening bank pemegang saham yang telah memberitahukan nama bank serta nomor rekening atas nama pemegang saham kepada Biro Administrasi Efek Perseroan yaitu PT Blue Chip Mulia, Gedung Bina Mulia I Lantai 4, Jl. HR Rasuna Said Kav. 10, Jakarta 12950, Telp. (021) 5201928 / 5201989 ("BAE") dengan surat bermeterai Rp.6.000,- paling lambat tanggal 1 November 2010 pukul 16:00 WIB. (ii). Cek, yang dapat diambil di BAE mulai tanggal 12 November 2010 dan selambat-lambatnya tanggal 22 Januari 2011, atau di kantor Perseroan, Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta 10450 mulai tanggal 24 Januari 2011, dengan memperlihatkan asli dan menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor pemegang saham perorangan atau menyerahkan asli surat kuasa apabila diwakilkan kepada pihak lain disertai fotokopi KTP/paspor pemegang saham dan kuasanya; atau dengan menyerahkan fotokopi Anggaran Dasar berikut perubahan terakhir, akta pengangkatan yang terakhir dari Dewan Komisaris dan Direksi atau pengurus yang berwenang mewakili badan hukum bagi pemegang saham yang berbentuk badan hukum atau asli surat kuasa apabila diwakilkan kepada pihak lain serta fotokopi KTP/paspor Direksi atau pengurus dan kuasanya tersebut.
  5. Pajak penghasilan (PPh) akan dipotong langsung dari dividen interim, sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
  6. Bagi pemegang saham yang merupakan Wajib Pajak Dalam Negeri yang berbentuk badan hukum yang belum mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), diminta menyerahkannya kepada KSEI atau BAE paling lambat pada tanggal 1 November 2010 pukul 16:00 WIB. Jika sampai dengan tanggal tersebut KSEI atau BAE belum menerima NPWP, dividen yang dibayarkan akan dikenakan pemotongan pajak sebesar 30%.
  7. Bagi pemegang saham yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) wajib memenuhi persyaratan Pasal 26 Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 serta menyampaikan Surat Keterangan Domisili ("SKD") yang diterbitkan oleh "competent authority" atau wakilnya yang sah di negara-negara tersebut, dengan menggunakan format sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. 61/PJ/2009, tanggal 5 November 2009, kepada KSEI atau BAE paling lambat tanggal 1 November 2010 pukul 16:00 WIB. Jika sampai tanggal tersebut KSEI atau BAE belum menerima SKD dengan format dimaksud, dividen yang dibayarkan akan dikenakan pemotongan pajak sebesar 20%.

 

 

Jakarta, 8 Oktober 2010

Direksi Perseroan