Jakarta, 26 April 2012

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Astra Graphia Tbk, berkedudukan di Jakarta Pusat ("Perseroan") yang diselenggarakan pada tanggal 25 April 2012 bertempat di Imam Bonjol & Thamrin Room Lantai 3, Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Jl. M.H. Thamrin - Jakarta 10310, telah diputuskan hal-hal sebagai berikut :

 

Agenda 1:

  1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2011 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan dengan pendapat "wajar dalam semua hal yang material".
  2. Dengan disetujuinya Laporan Tahunan dan disahkannya Laporan Keuangan tersebut, memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et décharge) kepada anggota Direksi Perseroan atas tindakan pengurusan dan anggota Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2011 sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2011.

 

Agenda 2:

Menyetujui penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 139.473.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Rupiah) sebagai berikut:

  1. Sebesar Rp 1.500.000.000,- (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) dibukukan sebagai Dana Cadangan Perseroan :
  2. (i) Sebesar sekitar 60% (enam puluh persen) dari Laba Bersih atau sebesar Rp 62,- (Enam Puluh Dua Rupiah) untuk setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, yang akan diperhitungkan dengan dividen interim yang sudah dibayarkan pada tanggal 15 Nopember 2011, dan sisanya sebesar Rp 50,- (Lima Puluh Rupiah) setiap saham akan dibayarkan pada tanggal 1 Juni 2012 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 21 Mei 2012 pukul 16:00 WIB. (ii) Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan melakukan semua tindakan yang dipandang baik dan perlu dengan memperhatikan ketentuan pajak dan/atau peraturan yang berlaku.
  3. Sisanya dicatat sebagai Laba Ditahan Perseroan untuk digunakan sebagai tambahan modal kerja dan investasi.

 

Agenda 3:

Memberi wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan dari Dewan Komisaris Perseroan, untuk menunjuk salah satu kantor akuntan publik di Indonesia yang berafiliasi dengan salah satu dari 4 (empat) besar kantor akuntan publik internasional dan yang terdaftar di Bapepam - LK, untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2012, serta menetapkan honorarium dan persyaratan lain sehubungan dengan penunjukan Kantor Akuntan Publik tersebut.

 

Agenda 4:

1, Mengangkat anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dengan susunan sebagai berikut:

  • Presiden Komisaris : ANGKY TISNADISASTRA
  • Komisaris : GUNAWAN GENIUSAHARDJA
  • Komisaris Independen : INGET SEMBIRING
  • Presiden Direktur : LUKITO DEWANDAYA
  • Direktur : MICHAEL ALEXANDER R. RORING
  • Direktur : LIM ENG POH 
  • Direktur : HERRIJADI HALIM
  • Direktur : YUSUF DARWIN SALIM

untuk masa jabatan terhitung sejak penutupan Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2014. 

2.(a). Menetapkan jumlah honorarium untuk seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan, yaitu maksimum sejumlah Rp 737.100.000,- (Tujuh Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta Seratus Ribu Rupiah) per tahun sebelum dipotong pajak penghasilan yang dibayarkan sebanyak 13 (tiga belas) kali dalam setahun dan mulai berlaku sejak tanggal 1 Mei 2012, serta memberi wewenang kepada Presiden Komisaris dengan memperhatikan pendapat dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk menetapkan pembagiannya. (b). Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan dengan memperhatikan pendapat dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk menetapkan jumlah gaji dan tunjangan lain anggota Direksi Perseroan.

3. Memberi kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan kembali keputusan Agenda Rapat ini dalam akta notaris dan memberitahukan perubahan data Perseroan sehubungan dengan pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi sebagaimana diputuskan dalam Rapat ini kepada Menteri Hukum dan Asasi Manusia Republik Indonesia maupun instansi lainnya, serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

 

JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN

Jadwal Pembagian Dividen Tunai:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 14 Mei 2012
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 15 Mei 2012
  • Cum Dividen di Pasar Tunai : 21 Mei 2012
  • Ex Dividen tunai di Pasar Tunai : 22 Mei 2012
  • Recording Date yang berhak atas Dividen Tunai : 21 Mei 2012
  • Pembayaran Dividen Tunai : 1 Juni 2012 

Tata Cara Pembagian Dividen Tunai

  1. Pemberitahuan ini merupakan pemberitahuan resmi dari Perseroan, dan Perseroan tidak mengeluarkan surat pemberitahuan secara khusus kepada pemegang saham Perseroan. 
  2. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) Perseroan pada tanggal 21 Mei 2012 pukul 16:00 WIB (selanjutnya disebut "Pemegang Saham Yang Berhak") 
  3. Pembayaran dividen: (a). Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya dicatatkan dalam penitipan kolektif pada Kustodian Sentral Efek Indonesia ("KSE"), pembayaran Dividen akan dilakukan melalui KSEI dan Pemegang Saham Yang Berhak akan menerima pembayaran dari Pemegang Rekening KSEI yang bersangkutan. (b). Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya masih dalam bentuk warkat (fisik), pembayaran dividen akan dilakukan melalui pemindahbukuan (transfer) ke rekening Pemegang Saham Yang Berhak yang telah memberitahukan nama bank serta nomor rekeningnya secara tertulis kepada Biro Administrasi Efek Perseroan: PT Blue Chip Mulia, Gedung Bina Mulia I Lt. 4, Jl. H.R. Rasuna Said Kav 10 Jakarta 12920 ("BAE Perseroan") atau dengan Cek yang dapat diperoleh di BAE Perseroan mulai tanggal 1 Juni 2012 dan selambat-lambatnya tanggal 9 Agustus 2012, atau kantor Perseroan, Jalan Kramat Raya No. 43 Jakarta 10450 mulai tanggal 10 Agustus 2012 dengan disertai fotokopi KTP atau paspor atau dokumen korporasi sesuai alamat dalam Daftar Pemegang Saham melalui surat bermeterai Rp 6.000,-. 
  4. Dividen yang akan dibagikan dikenakan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu para Pemegang Saham Yang Berhak diminta menyerahkan dokumen yang disyaratkan, yaitu: (a). Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang belum mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), diminta menyampaikan copy NPWP kepada KSEI atau BAE Perseroan paling lambat tanggal 21 Mei 2012 pukul 16:00 WIB. Tanpa pencantuman NPWP, dividen tunai yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Badan Dalam Negeri tersebut, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 30%; (b). Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, yang pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), wajib memenuhi persyaratan Pasal 26 Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan serta menyampaikan Surat Keterangan Domisili ("SKD") kepada KSEI paling lambat tanggal 21 Mei 2012 pukul 16:00 WIB, dengan menggunakan format dan tata cara sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. Per-61/PJ/2009 dan perubahannya No. Per-24/PJ/2010 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda. Tanpa adanya SKD dengan format dimaksud, dividen yang dibayarkan akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%; dan (c). Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang sahamnya tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI atau memegang saham dalam bentuk warkat yang pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan P3B, wajib memenuhi persyaratan Pasal 26 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan serta menyampaikan SKD kepada BAE Perseroan paling lambat tanggal 21 Mei 2012 pukul 16:00 WIB, dengan menggunakan format dan tata cara sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. Per-61/PJ/2009 dan perubahannya No. Per-24/PJ/2010 tentang Tata Cara Penetapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda. Tanpa adanya SKD dengan format dimaksud, dividen yang dibayarkan akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.

Guna memenuhi ketentuan Pasal 68 ayat (4) dan (5) Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dengan ini diumumkan pula bahwa Neraca dan Laporan Laba Rugi dari Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang telah disahkan dalam agenda pertama Rapat adalah sama dengan yang telah diumumkan dalam surat kabar harian INVESTOR DAILY INDONESIA pada tanggal 27 Pebruari 2012.

 

Jakarta, 26 April 2012

Direksi Perseroan