RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN

 PT ASTRA GRAPHIA Tbk

(“Perseroan”)

 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPS”) Perseroan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 16 April 2015 pukul 10:14 – 11:32 WIB, di Ruang Imam & Thamrin, Hotel Mandarin Oriental, Jl. MH. Thamrin, Jakarta 10310,  dengan agenda sebagai berikut:

  1. Persetujuan Laporan Tahunan, termasuk Pengesahan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, serta Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk Tahun Buku 2014

  2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2014

  3. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk Melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2015 dan Penetapan Honorariumnya

  4. a. Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Pengangkatan Direktur Independen

    b. Penetapan Jumlah Honorarium Anggota Dewan Komisaris, dan Jumlah Gaji serta Tunjangan Lainnya  Anggota Direksi Perseroan

  5. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan

     

    Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang hadir dalam RUPS:

  1. Bambang Widjanarko Santoso (Presiden Komisaris)

  2. Gunawan Geniusahardja (Komisaris)

  3. Inget Sembiring (Komisaris Independen)

  4. Herrijadi Halim (Presiden Direktur)

  5. Arifin Pranoto (Direktur)

  6. Wanny Wijaya (Direktur)

  7. Hendrix Pramana (Direktur)

     

    RUPS dihadiri oleh 1.162.398.190 (satu miliar seratus enam puluh dua juta tiga ratus sembilan puluh delapan ribu seratus sembilan puluh) pemegang saham atau wakilnya dengan hak suara yang sah, atau 86,181% dari jumlah seluruh saham yang mempunyai hak suara yang sah.

     

    Para pemegang saham diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan/atau memberikan pendapat terkait agenda rapat yang dibicarakan sebelum pengambilan keputusan.  Pada agenda 1 dan agenda 4 terdapat masing-masing 1 penanya, sedangkan pada agenda lainnya tidak ada pertanyaan.

     

    Mekanisme pengambilan keputusan RUPS diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat, dan pemegang saham selalu ditanyakan apakah menyetujui pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah untuk mufakat secara lisan dengan cara mengangkat tangan dalam setiap agenda rapat.  Jika tidak ada yang tidak setuju atau tidak ada yang abstain maka keputusan dianggap disetujui secara musyawarah untuk mufakat.  Namun jika ada yang tidak setuju ataupun memberikan suara abstain, maka pengambilan keputusan dilakukan dengan pemungutan suara. Suara abstain dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas pemegang saham yang mengeluarkan suara.

     

No.

Agenda

Pengambilan Keputusan

Musyawawah untuk mufakat

Pemungutan Suara

Setuju

Tidak setuju

Abstain

1

Musyawawah untuk mufakat

-

-

-

2

Musyawawah untuk mufakat

-

-

-

3

-

1.120.634.990 saham = 96,4072%

36.198.700 saham = 3,1291%

5.564.500 saham = 0,4810%

4

-

1.117.908.090 saham = 96,1726%

41.763.200 saham = 3,6013%

2.726.900 saham = 0,2351%

5

-

1.120.634.990 saham = 96,4072%

36.198.700 saham = 3,1291%

5.564.500 saham = 0,4810%

 

Hasil Keputusan RUPS:

  1. a. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2014 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan sebagaimana dimuat dalam laporan mereka tanggal 20 Februari 2015 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material”.

   b. Dengan disetujuinya Laporan Tahunan dan disahkannya Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan tersebut, memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et décharge) kepada anggota Direksi Perseroan atas tindakan pengurusan dan anggota Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2014 sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2014.

 

2.    Menyetujui penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp.260.220.519.202,-  sebagai berikut:

  1.  Sebesar Rp.1.500.000.000,-  sebagai Dana Cadangan Perseroan;

  2. (1) Sebesar sekitar 40% sejumlah Rp 103.856.098.500,-  atau sebesar Rp 77,- per lembar saham dibagikan sebagai dividen  tunai, yang diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 25,- per lembar saham yang sudah dibayarkan pada tanggal 28 Oktober 2014, sehingga sisanya sebesar Rp 52,- per lembar saham akan dibayarkan pada tanggal 20 Mei 2015 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 28 April 2015 pukul 16:00 WIB;

    (2) Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan melakukan semua tindakan yang dipandang baik dan perlu dengan memperhatikan ketentuan pajak dan/atau peraturan yang berlaku.

  3. Sisanya dicatat sebagai Laba Ditahan Perseroan untuk digunakan sebagai tambahan modal kerja dan investasi.

 

3.    Memberi wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan dari Dewan Komisaris Perseroan, untuk menunjuk salah satu kantor akuntan publik di Indonesia yang berafiliasi dengan salah satu dari 4  besar kantor akuntan publik internasional dan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2015, serta menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya sehubungan dengan penunjukan kantor Akuntan Publik tersebut.

 

4.a(1)   Menyetujui dan Menerima dengan baik pengunduran diri GUNAWAN GENIUSAHARDJA dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan terhitung sejak penutupan Rapat ini;

a(2)   Mengangkat Bapak LUKITO DEWANDAYA sebagai Komisaris Independen Perseroan dan Bapak DJONY BUNARTO TJONDRO sebagai Komisaris Perseroan serta mengangkat Bapak ARIFIN PRANOTO sebagai Direktur Independen Perseroan, seluruhnya terhitung sejak penutupan Rapat ini sampai dengan sisa masa jabatan dari anggota Dewan Komisaris dan Direksi lain Perseroan yang masih menjabat, sehingga susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sejak penutupan Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2016, menjadi sebagai berikut:

 

  • Presiden Komisaris      : Bambang Widjanarko Santoso (Paulus  Bambang W.S)

  • Komisaris Independen : Inget Sembiring

  • Komisaris Independen : Lukito Dewandaya

  • Komisaris                   : Djony Bunarto Tjondro

  • Presiden Direktur         : Herrijadi Halim (Harry Halim)

  • Direktur Independen    : Arifin Pranoto

  • Direktur                      : Wanny Wijaya

  • Direktur                      : Hendrix Pramana

Sehubungan dengan perubahan dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tersebut, memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan kembali keputusan Agenda Rapat ini dalam akta notaris dan memberitahukan perubahan data Perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia maupun instansi lainnya, serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b(1) Menetapkan jumlah honorarium seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan, yaitu maksimum sejumlah Rp.850.000.000,- per tahun sebelum dipotong pajak penghasilan yang dibayarkan sebanyak 13 kali dalam setahun dan mulai berlaku sejak tanggal 1 Mei 2015, serta memberi wewenang kepada Presiden Komisaris dengan memperhatikan pendapat dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk menetapkan pembagiannya; dan

b(2) Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan dengan memperhatikan pendapat dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk menetapkan jumlah gaji dan tunjangan lain anggota Direksi Perseroan.

5.a  Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, untuk disesuaikan dengan POJK No.32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka dan POJK No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, keduanya tertanggal 8 Desember 2014, sesuai dengan usulan perubahan Anggaran Dasar yang telah dibagikan dan dijelaskan kepada para Pemegang Saham;

b. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk melakukan perubahan dan/atau penambahan atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang telah diputuskan dalam Rapat ini, apabila dianggap perlu dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku; dan

c. Memberi kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan kembali keputusan Agenda Rapat ini dalam akta Notaris dan memberitahukan perubahan Anggaran Dasar ini kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia maupun instansi lainnya, serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Pelaksanaan pembayaran dividen tunai:

JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI

Jadwal Pembagian:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi                     : 23 April 2015

  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi                        : 24 April 2015

  • Cum Dividen di Pasar Tunai                                            : 28 April 2015

  • Ex Dividen tunai di Pasar Tunai                                       : 29 April 2015

  • Recording Date yang berhak atas Dividen Tunai                : 28 April 2015

  • Pembayaran Dividen Tunai                                             : 20 Mei 2015

     

Tata Cara Pembayaran:

  1. Pemberitahuan ini merupakan pemberitahuan resmi dari Perseroan, dan Perseroan tidak mengeluarkan surat pemberitahuan secara khusus kepada pemegang saham Perseroan.

  2. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) Perseroan pada tanggal 28 April 2015 pukul 16:00 WIB (selanjutnya disebut “Pemegang Saham Yang Berhak”) 

  3. Pembayaran dividen:

    1. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya dicatatkan dalam penitipan kolektif pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), pembayaran Dividen akan dilakukan melalui KSEI dan Pemegang Saham Yang Berhak akan menerima pembayaran dari Pemegang Rekening KSEI yang bersangkutan.

    2. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya masih menggunakan warkat (fisik), pembayaran dividen akan dilakukan melalui pemindahbukuan (transfer) ke rekening Pemegang Saham Yang Berhak yang telah memberitahukan nama bank serta nomor rekeningnya secara tertulis kepada Biro Administrasi Efek Perseroan: PT Blue Chip Mulia, Gedung Tempo Pavilion 1 Lantai 8. Jl.  H.R. Rasuna Said Kav 10-11 Jakarta 12950, Telp (021) 5201928, Fax (021) 5201924, email: bmcpjkt@pacific.net.id  (“BCM”) atau dengan Cek yang dapat diperoleh di BCM mulai tanggal 20 Mei 2015 dengan disertai fotokopi KTP atau paspor atau dokumen korporasi sesuai alamat dalam Daftar Pemegang Saham melalui surat bermeterai Rp 6.000,-.

  4. Dividen yang akan dibagikan dikenakan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu para Pemegang Saham Yang Berhak diminta menyerahkan dokumen yang disyaratkan, yaitu:

    1. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang belum mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), diminta menyampaikan copy NPWP kepada KSEI atau BCM paling lambat tanggal 28 April 2015 pukul 16:00 WIB. Tanpa pencantuman NPWP, dividen tunai yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Badan Dalam Negeri tersebut, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 30%;

    2. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, yang pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), wajib memenuhi persyaratan Pasal 26 Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan serta menyampaikan Surat Keterangan Domisili (“SKD”) kepada KSEI paling lambat tanggal 28 April 2015 pukul 16:00 WIB, dengan menggunakan format dan tata cara sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. Per-61/PJ/2009 dan perubahannya No. Per-24/PJ/2010 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda. Tanpa adanya SKD dengan format dimaksud, dividen yang dibayarkan akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%; dan

    3. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang sahamnya tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI atau memegang saham dalam bentuk warkat, yang pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan P3B, wajib memenuhi persyaratan Pasal 26 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan serta menyampaikan SKD kepada BCM paling lambat tanggal 28 April 2015 pukul 16:00 WIB, dengan menggunakan format dan tata cara sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. Per-61/PJ/2009 dan perubahannya No. Per-24/PJ/2010 tentang Tata Cara Penetapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda. Tanpa adanya SKD dengan format dimaksud, dividen yang dibayarkan akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.

Guna memenuhi ketentuan Pasal 68 ayat (4) dan (5) Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dengan ini diumumkan pula bahwa Neraca dan Laporan Laba Rugi dari Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang telah disahkan dalam agenda pertama rapat adalah sama dengan yang telah diumumkan dalam surat kabar harian INVESTOR DAILY INDONESIA pada tanggal 26 Februari 2015

 

 

Jakarta, 20 April 2015

                                                                                                                                   Direksi Perseroan